Pacangan

Terbaru

Post Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 12 Agustus 2018

Mahasiswa KKN UTM Ajak Masyarakat Membuat Produk Olahan K'CANG (Krupuk Pacangan).

Agustus 12, 2018 0

Desa Pacangan merupakan desa yang memiliki lahan yang luas, lahan tersebut dikelola untuk mencari mata pencaharian masyarakat dengan cara menanam padi, cabe dan singkong, namun juga banyak lahan yang terabaikan karena minat masyarakat untuk mengelola lahan tersebut sangat kurang. Sehingga dengan adanya KKN 62 ini memiliki tujuan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat dan membuat sebuah inovasi yang menarik dimana nantinya akan bermanfaat untuk dikelola oleh masyarakat pacangan. Salah satunya dengan cara menciptakan sebuah produk unggulan dari desa Pacangan yang terbuat dari singkong. Olahan singkong tersebut dijadikan sebuah makanan ringan yaitu krupuk Pacangan yang disebut “K’CANG”. Selanjutnya KKN 62 melakukan praktek dan menciptakan olahan singkong secara riil, melalui beberapa tahap mulai dari tahap pengadonan, tahap pengukusan, tahap penjemuran, tahap penggorengan, tahap pemberian bumbu rasa, dan tahap pengemasan. Kemudian setelah produk tercipta langkah selanjutnya akan melakukan sosialisasi produk kepada masyarakat Pacangan.
(Minggu, 22 Juli 2018) KKN 62 UTM melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan krupuk Pacangan yang bertujuan untuk mengenalkan produk dari olahan singkong kepada masyarakarat yang sasaran utamanya adalah ibu-ibu dan remaja perempuan yang belum memiliki kesibukan (pekerjaan). Pada kegiatan sosialisasi ini masyarakat Pacangan sangat berantusias dan memiliki semangat tinggi untuk menghadiri sosialisasi tersebut, dan bahkan dalan proses pembuatan yang diadakan dalam kegiatan sosialisasi mereka turun langsung dalam pembuatan K’CANG. Kami harap dengan adanya kegiatan ini masyarakat Pacangan bisa melanjutkan dan bisa memanfaatkan produk yang telah dibuat sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat Pacangan.

Read More

Sosialisasi Kesehatan dan Imunisasi di Desa Pacangan Kecamatan Tragah Kabupaten Bangkalan

Agustus 12, 2018 0

Kesehatan adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan, terutama kesehatan pada tubuh sendiri. Saat ini masih banyak sekali orang-orang yang mengabaikan kesehatan tubuhnya misalnya malas-malasan untuk hidup sehat, ceroboh dalam memilih makanan maupun dalam hal lainnya, salah satunya di desa pacangan yang masih belum optimal dalam segi kesehatannya. Sehingga kami dari KKN 62 ini memilih program sosialisasi kesehatan dan Imunisasi dan mengundang beberapa pemateri Dinas Kesehatan Bangkalan, yang tujuannya untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan pada tubuh, dalam kegiatan sosialiasi tersebut mencakup beberapa hal yang dijelaskan mengenai jenis, cara dan waktu untuk melakukan imunisasi pada anak-anaknya.
(Senin, 30 Juli 2018), bertepatan tanggal tersebut sosialisasi kesehatan sudah terlaksana, masyarakat Pacangan sangat antusias untuk menghadiri kegiatan yang diadakan tersebut, dan banyak sekali masyarakat yang aktif untuk memberikan pertanyaan kepada pemateri mengenai hal kesehatan terutama dalam hal imunisasi pada anak-anak. Namun, kekurangan yang ada di desa Pacangan ini adalah tidak ada tempat bidan terdekat yang bisa dikunjungi ketika ada masyarakat dalam keadaan darurat. Sehingga sangat sulit bagi masyarakat Pacangan jika ingin melakukan konsultasi mengenai kesehatan maupun untuk melakukan pengobatan, akibatnya masyarakat acuh dalam masalah kesehatan mereka. Hasil dari kegiatan sosialisasi juga memberikan saran bagi kepala desa ataupun pengurus desa untuk mendirikan tempat kesehatan khususnya untuk anak-anak, sepeti posyandu.
Manfaat dari kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan bagi masyarakat bahwa sangat penting untuk menjaga kesehatan, terutama anak-anak yang masih balita karena seusia mereka rentang terkena penyakit. Harapannya supaya menjaga kesehatan ini lebih ditingkatkan, dan kepala desa Pacangan bisa memberikan fasilitas yang memadai yang nantinya akan mudah bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan atau pengobatan.



Read More

Surga yang Tak Tersentuh di Alam Pacangan

Agustus 12, 2018 0


            Alam Pacangan yang belum banyak tersentuh tangan manusia dapat dikatakan masih alami, sumber daya alam tersebut seperti halnya sumber mata air yang jumlahnya ada tujuh. Ada beberapa sumber yang dimanfaatkan oleh warga sebagai kebutuhan sehari-hari, kebutuhan air minum, mandi, dan lain lain. Sumber tersebut adalah Sumber Kaser dan Sumber Gantung, Sumber Kaser berlokasi di tengah Desa Pacangan sementara sumber Gantung berada di perbatasan Desa Pocong.
Salah satu program kerja KKN 62 Universitas Trunojoyo Madura 2018 yaitu mengoptimalkan salah satu sumber yaitu sumber Kaser. Program KKN tahun sebelumnya sudah membuat konsep untuk menghias sumber Kaser, begitu pula untuk program KKN 62 tahun ini juga memiliki tujuan untuk menghias sumber Kaser dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya karena pengelolaan tahun sebelumnya tidak dilanjutkan dan bahkan tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat Pacangan. Cara penghiasan dilakukan dengan memanfaatkan bambu-bambu yang yang berada di desa Pacangan. Dengan begitu muncul sebuah ide untuk membuat desain tulisan nama SUMBER AIR KASER. Tulisan ini merupakan identitas daya pikat masyarakat supaya bisa mengakui bahwa sumber Kaser tersebut memiliki keindahan dan kealamian yang nyata pada air serta pohon-pohon disekitarnya. Selain itu, area jalan masuk menuju sumber diperindah dengan inovasi baru yaitu pemberian pagar bambu yang warna warni sehingga kelihatan cerah jika masuk ke area tersebut, hal tersebut sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh sebelumnya, dimana banyak sekali jalan yang ditumbuhi rumput-rumput liar yang mengganggu pemandangan sumber tersebut.
            Pembuatan desain tulisan dan pagar ini terlaksana pada minggu kedua dari pelaksanaan KKN di desa Pacangan dan dipasang di sumber Kaser pada minggu ketiga tepatnya (tanggal 08 Agustus 2018). Sekaligus membersihkan sumber Kaser bersama dengan karang taruna RAGAFATMI desa Pacangan. Gotong royong tersebut mempermudah pemasangan atribut untuk memperindah sumber Kaser. Ketika sudah  terpasang semua, harapannya sumber Kaser bisa mempunyai daya pikat sebagai cikal bakal objek pariwisata yang mendatangkan masyarakat dari luar Pacangan, atau bahkan dari luar Bangkalan. Latar belakang nilai sejarah Ratu Ragafatmi yang berhubungan dengan sumber Kerre’ menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya pariwisata sejarah dan alam Pacangan.

Read More

Post Top Ad